Harga CPO Bursa Malaysia Menguat Lima Sesi, Kontrak November 2026 Tembus RM5.018  per ton


AGRICOM, KUALA LUMPUR – Kontrak berjangka minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat pada perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026. Penguatan tersebut memperpanjang tren kenaikan CPO untuk sesi kelima berturut-turut, didukung penguatan kontrak berjangka minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT).

Dilansir Bernama, seluruh kontrak berjangka CPO ditutup di zona hijau. Kontrak September 2026 naik RM57 menjadi RM4.791 per ton, sedangkan kontrak Oktober 2026 menguat RM62 menjadi RM4.934 per ton.

Kontrak November 2026 meningkat RM57 menjadi RM5.018 per ton. Sementara itu, kontrak Desember 2026 naik RM52 menjadi RM5.077 per ton.

BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Tembus RM4.977

Penguatan juga terjadi pada kontrak Januari 2027 yang naik RM48 menjadi RM5.118 per ton. Kontrak Februari 2027 bertambah RM46 menjadi RM5.141 per ton.

Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi turun menjadi 121.114 lot dari sebelumnya 124.014 lot. Sebaliknya, posisi terbuka atau open interest meningkat menjadi 342.115 kontrak dari 338.827 kontrak pada sesi sebelumnya.

Kenaikan berkelanjutan kontrak CPO Malaysia didukung penguatan harga minyak kedelai di CBOT yang turut memperbaiki sentimen di pasar minyak nabati global.

 BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Jumat 21 Agustus 2026 Berakhir WD, Penawaran Tertinggi Rp15.888/Kg

Harga CPO Indonesia Bergerak Berlawanan

Berbeda dengan pergerakan di Bursa Malaysia, harga CPO dalam tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom justru melemah pada Jumat.

CPO Franco Dumai ditawarkan pada harga Rp16.100 per kilogram, tetapi tender berakhir dengan status withdraw (WD). Penawaran tertinggi tercatat Rp15.888 per kg.

BACA JUGA: GAPKI Gelar Sosialisasi dan Klinik ISPO di Kalbar, Dorong Percepatan 100 Persen Sertifikasi Anggota

Penawaran tertinggi tersebut turun Rp37 per kg dibandingkan harga CPO Franco Dumai pada tender sebelumnya, Kamis, 20 Agustus 2026, yang tercatat Rp15.925 per kg.

Perbedaan pergerakan antara tender KPBN Inacom dan Bursa Malaysia Derivatives menunjukkan dinamika harga yang berbeda di pasar CPO regional. Harga berjangka Malaysia terus menguat didukung kenaikan harga minyak nabati pesaing, sementara penawaran dalam tender CPO domestik Indonesia masih berada di bawah harga yang ditawarkan. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP