Kementan Kucurkan Rp55,65 Miliar untuk Kejar Swasembada Bawang Putih


AGRICOM, Lombok Timur — Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat upaya mewujudkan kembali swasembada bawang putih melalui pengembangan kawasan di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Dukungan pemerintah untuk program tersebut mencapai Rp55,65 miliar, yang diarahkan untuk memperluas areal tanam sekaligus memperkuat sarana produksi petani.

Dilansir Agricom dari Kementan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah akan terus memperkuat pengembangan bawang putih, termasuk memastikan ketersediaan benih untuk mendukung peningkatan produksi dalam negeri.

“Terima kasih kepada Pak Kapolri dan jajarannya, Kapolda seluruh Indonesia dalam dukungan untuk swasembada bawang putih. Benih kita upayakan untuk mendukung produksi. Kalau ketersediaan dalam negeri kurang, kita upayakan impor,” kata Amran seusai menghadiri penanaman bawang putih serentak di 17 provinsi yang dipusatkan di Sembalun, Lombok Timur, Rabu (19/8/2026).

BACA JUGA: Beasiswa BPDP 2026: INSTIPER dan AKPY Siapkan 1.010 SDM Perkebunan

Dukungan Kementan di Lombok Timur mencakup pengembangan kawasan bawang putih seluas 658 hektare dengan nilai Rp52,64 miliar. Pemerintah juga memberikan 15 unit irigasi perpompaan, sembilan unit hand tractor, dan 17 unit pompa air.

Dengan berbagai dukungan tersebut, total bantuan Kementan untuk pengembangan bawang putih di Lombok Timur mencapai Rp55,65 miliar.

Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat produksi bawang putih nasional di tengah tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor. Saat ini, produksi bawang putih dalam negeri hanya berada di kisaran 39.000–40.000 ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai sekitar 600.000 ton. Dengan kondisi tersebut, ketergantungan impor masih berada di kisaran 90–95 persen.

BACA JUGA: Dari Labuan Bajo, Mentan Amran Lepas Truk Bantuan Pangan untuk Korban Bencana NTT

Penanaman bawang putih serentak yang dipusatkan di Sembalun merupakan bagian dari program ketahanan pangan Polri. Kegiatan tersebut mencakup potensi lahan sekitar 2.593,1 hektare yang tersebar di 17 provinsi, serta dirangkaikan dengan panen bawang putih dan peresmian gudang ketahanan pangan Polri.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi langkah Mentan Amran dan jajaran Kementan dalam mendorong terwujudnya swasembada pangan nasional.

“Alhamdulillah, dipimpin Bapak Mentan, kita semakin hari bisa terus meningkatkan apa yang diharapkan atau diperintahkan Bapak Presiden Prabowo untuk swasembada,” ujar Sigit.

BACA JUGA: Kemendag Sosialisasikan Aturan Baru Ekspor Beras dan Tambahan Kuota Pisang-Nanas ke Jepang

Menurutnya, capaian swasembada pada sejumlah komoditas merupakan kebanggaan bersama. Namun, bawang putih masih menjadi tantangan karena produksi dalam negeri masih jauh di bawah kebutuhan nasional.

Sigit mengingatkan bahwa Indonesia pernah mencapai swasembada bawang putih. Karena itu, kondisi tersebut diharapkan dapat kembali diwujudkan melalui kerja sama dan program yang konsisten.

“Ini menjadi tantangan bagi kita semua, apakah kita bisa melaksanakan tugas tersebut,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto mengapresiasi kerja keras Mentan Amran dan jajaran Kementan dalam meningkatkan produksi pangan nasional. Menurutnya, keberhasilan yang telah dicapai perlu dilanjutkan pada komoditas lain, termasuk bawang putih, kedelai, dan gula.

“Apresiasi juga kepada Mentan Amran dan jajaran yang bekerja keras sehingga kita bisa swasembada beras, swasembada jagung, swasembada telur, dan lainnya,” ujar Titiek.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia pernah mencapai masa kejayaan bawang putih pada 1994–1995. Saat itu, produksi dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan nasional. Pengalaman tersebut, menurut Titiek, harus menjadi motivasi untuk kembali mengejar swasembada.

“Pertanyaan sederhana kita, kita pernah swasembada, mengapa kita tidak mampu lagi untuk swasembada?” ujarnya.

Titiek menekankan agar penanaman bawang putih tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Program tersebut harus menjadi awal gerakan yang konsisten dan berkelanjutan, dengan tetap memastikan petani memperoleh pendapatan yang layak.

Dengan dukungan pengembangan kawasan, sarana produksi, dan ketersediaan benih, produksi bawang putih nasional diharapkan terus meningkat. Pengembangan kawasan secara bertahap dan berkelanjutan dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus membuka jalan bagi Indonesia untuk kembali mencapai swasembada bawang putih. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP