Harga CPO Bursa Malaysia Turun 1,88% pada Rabu (26/8)


AGRICOM, KUALA LUMPUR/JAKARTA — Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) kembali melemah di pasar berjangka Bursa Malaysia Derivatives pada perdagangan Rabu (26/8/2026). Koreksi berlangsung selama dua sesi berturut-turut setelah reli sebelumnya membuat harga minyak sawit semakin kurang kompetitif dibandingkan minyak nabati pesaing, terutama minyak kedelai.

Mengutip Reuters, kontrak berjangka CPO untuk pengiriman November 2026 ditutup turun RM93 per ton atau 1,88% menjadi RM4.853 per ton. Penurunan tersebut melanjutkan koreksi pada sesi sebelumnya yang mencapai 1,43%.

Tekanan harga terutama berasal dari kekhawatiran terhadap daya saing CPO. Kenaikan harga yang cukup tajam dalam beberapa pekan terakhir mulai memperlebar selisih harga antara minyak sawit dan minyak kedelai, sehingga berpotensi mendorong pembeli beralih ke minyak nabati alternatif yang lebih kompetitif.

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Melemah, Kontrak September Turun ke RM4.720 per Ton

Pasar juga mencermati perkembangan ekspor minyak sawit Malaysia yang belum menunjukkan perbaikan signifikan. Berdasarkan survei kargo, ekspor produk minyak sawit Malaysia selama periode 1–25 Agustus diperkirakan turun sekitar 11,4% hingga 20% dibandingkan periode sebelumnya.

Penurunan ekspor tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap pertumbuhan stok minyak sawit Malaysia. Risiko tersebut semakin besar karena produksi diperkirakan memasuki periode puncak pada September dan Oktober.

Sebelum memasuki fase koreksi, harga CPO Bursa Malaysia mencatat reli selama lima sesi perdagangan berturut-turut hingga 21 Agustus. Dalam periode tersebut, harga CPO melonjak sekitar 6,54% dan untuk pertama kalinya sejak Desember 2024 berhasil ditutup di atas level RM5.000 per ton.

Namun, penguatan harga tersebut kini menjadi tantangan tersendiri bagi permintaan. Ketika harga CPO semakin mahal dibandingkan minyak kedelai, pembeli dapat mengurangi pembelian minyak sawit dan meningkatkan penggunaan minyak nabati pesaing.

 BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Masih Withdraw Pada Rabu (26/8), Bursa Malaysia Kembali Melemah

Harga CPO KPBN Ikut Tertekan

Pelemahan harga juga tercermin dalam perdagangan CPO domestik melalui tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN).

Pada Rabu (26/8/2026), tender CPO KPBN berakhir withdraw (WD), dengan harga penawaran tertinggi Rp15.600/kg. Harga tersebut turun Rp244/kg atau sekitar 1,54% dibandingkan harga penawaran tertinggi pada Senin (24/8/2026) yang mencapai Rp15.844/kg.

Berdasarkan informasi KPBN yang diperoleh Agricom, harga CPO Franco Dumai dibuka pada Rp15.850/kg. Namun, tender berakhir withdraw dengan harga penawaran tertinggi Rp15.600/kg.

Sementara itu, harga CPO FOB Talang Duku dibuka pada Rp15.600/kg, tetapi kembali berakhir withdraw dengan harga penawaran tertinggi Rp15.309/kg.

Pergerakan harga di Bursa Malaysia dan KPBN menunjukkan bahwa pasar CPO mulai menghadapi tekanan setelah reli panjang sebelumnya. Selain faktor harga yang mengurangi daya saing terhadap minyak kedelai, perhatian pasar kini tertuju pada perkembangan ekspor dan potensi peningkatan stok Malaysia memasuki periode produksi tinggi. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP