AGRICOM, JAKARTA — Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dalam tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom kembali berakhir withdraw (WD) pada Rabu, 26 Agustus 2026. Harga penawaran tertinggi tercatat Rp15.600 per kilogram, turun Rp244 per kilogram atau sekitar 1,54% dibandingkan penawaran tertinggi pada Senin, 24 Agustus 2026, sebesar Rp15.844 per kilogram.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Agricom dari KPBN, tender CPO Franco Dumai dibuka pada harga Rp15.850 per kilogram. Namun, transaksi berakhir WD dengan harga penawaran tertinggi hanya Rp15.600 per kilogram.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Turun ke Rp15.844/Kg pada 24 Agustus 2026
Kondisi serupa terjadi pada CPO FOB Talang Duku. Harga pembukaan ditetapkan Rp15.600 per kilogram, tetapi tender berakhir WD dengan penawaran tertinggi Rp15.309 per kilogram.
Sementara itu, CPO Franco Teluk Bayur dibuka pada Rp15.650 per kilogram dan berakhir WD dengan harga penawaran tertinggi Rp15.293 per kilogram.
Untuk produk turunan, harga CPKO Franco Dumai tercatat Rp29.456 per kilogram dan berstatus WD, dengan penawaran tertinggi Rp28.630 per kilogram. Adapun harga Palm Kernel (PK) Franco Belawan berada di level Rp13.460 per kilogram.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Melemah, Kontrak September Turun ke RM4.720 per Ton
Harga CPO Bursa Malaysia Kembali Terkoreksi
Sejalan dengan pelemahan harga dalam tender KPBN, perdagangan kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives juga kembali mengalami tekanan pada Rabu (26/8/2026).
Kontrak acuan CPO untuk pengiriman November 2026 ditutup turun RM93 per ton atau 1,88% menjadi RM4.853 per ton. Penurunan tersebut memperpanjang koreksi harga selama dua sesi perdagangan berturut-turut.
BACA JUGA: Harga TBS Plasma Kalteng Tertinggi Rp3.761,22/Kg pada Periode I Agustus 2026
Sehari sebelumnya, kontrak CPO acuan juga telah melemah 1,43%. Koreksi terjadi setelah penguatan harga CPO sebelumnya membuat minyak sawit relatif kurang kompetitif dibandingkan minyak nabati pesaing, khususnya minyak kedelai.
Menurut laporan Reuters, tekanan terhadap harga CPO turut mencerminkan pergerakan pasar minyak nabati global. Pelaku pasar mencermati perkembangan harga minyak kedelai serta dinamika pasokan dan permintaan yang dapat memengaruhi daya saing CPO di pasar internasional.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Kalteng Tertinggi Rp3.446,47/Kg pada Periode I Agustus 2026
Kombinasi antara pelemahan kontrak CPO di Bursa Malaysia dan masih berlanjutnya status WD pada tender KPBN menunjukkan bahwa pasar sawit tengah menghadapi tekanan harga dalam jangka pendek. Pergerakan harga berikutnya akan sangat bergantung pada arah harga minyak nabati global, perkembangan permintaan ekspor, serta sentimen pasar komoditas secara keseluruhan. (A3)