Harga CPO Malaysia Menguat Didorong Minyak Mentah dan Kedelai

Harga CPO Malaysia Menguat Didorong Minyak Mentah dan Kedelai
Agricom.id

09 June 2026 , 14:48 WIB

Dok. Agricom/ Penguatan harga minyak mentah dunia dan pasar minyak kedelai mendorong kenaikan harga CPO di Bursa Malaysia. Di dalam negeri, harga CPO KPBN juga naik Rp125/kg pada perdagangan Senin (8/6/2026).

 

AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat pada perdagangan Senin (8/6/2026), didorong oleh kenaikan harga minyak mentah dunia serta penguatan pasar minyak kedelai yang memberikan sentimen positif bagi pasar minyak nabati global.

Pelaku pasar juga mencermati potensi penurunan produksi minyak sawit dalam beberapa pekan mendatang. Ekspektasi berkurangnya pasokan tersebut meningkatkan optimisme bahwa keseimbangan pasar akan lebih ketat, sehingga menopang penguatan harga kontrak berjangka CPO.

BACA JUGA: CPO Bursa Malaysia Melemah, Tertekan Harga Minyak Kedelai dan Lesunya Ekspor Mei

Dilansir dari Bernama, kontrak CPO pengiriman Juni 2026 naik RM13 menjadi RM4.505 per ton. Kontrak Juli 2026 juga menguat RM13 menjadi RM4.539 per ton.

Kenaikan lebih besar terjadi pada kontrak Agustus 2026 yang bertambah RM21 menjadi RM4.575 per ton. Sementara itu, kontrak September 2026 naik RM23 menjadi RM4.607 per ton.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Jumat (5/6) Turun Tipis ke Rp 15.050/Kg, Bursa Malaysia Melemah Akibat Tekanan Pasar Tiongkok

Untuk kontrak Oktober 2026, harga meningkat RM22 menjadi RM4.638 per ton, sedangkan kontrak November 2026 mencatat kenaikan tertinggi dengan tambahan RM24 menjadi RM4.671 per ton.

Meski harga mengalami penguatan, aktivitas perdagangan justru menunjukkan perlambatan. Volume transaksi turun menjadi 51.506 lot dibandingkan 98.296 lot pada sesi perdagangan sebelumnya. Open interest juga melemah dari 293.957 kontrak menjadi 290.490 kontrak.

BACA JUGA: Mentan Amran Ultimatum 300 Perusahaan Sawit, Harga TBS Harus Segera Naik

Di pasar fisik, harga CPO untuk pengiriman Juni di wilayah Selatan Malaysia tercatat stabil pada level RM4.520 per ton. Stabilnya harga fisik menunjukkan kondisi pasokan dan permintaan yang relatif seimbang meskipun pasar berjangka bergerak lebih tinggi.

Sementara itu, pasar domestik Indonesia juga mencatat kenaikan harga CPO. Berdasarkan hasil tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), harga CPO pada Senin (8/6/2026) ditetapkan sebesar Rp15.175 per kilogram.

BACA JUGA: Satgas Pangan dan KPPU Selidiki Dugaan Kartel TBS Sawit, Ratusan Perusahaan Diawasi

Harga tersebut naik Rp125 per kilogram atau sekitar 0,83% dibandingkan posisi pada Jumat (5/6/2026) yang berada di level Rp15.050 per kilogram.

Kenaikan harga CPO di pasar internasional dan domestik menjadi sinyal positif bagi industri sawit, terutama di tengah perhatian pelaku pasar terhadap perkembangan produksi global serta dinamika harga minyak nabati pesaing. Jika tren penguatan energi dan minyak kedelai berlanjut, harga CPO berpotensi tetap mendapatkan dukungan dalam jangka pendek. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP