Ekspor Sawit Meningkat, Harga CPO Bursa Malaysia Ditutup Naik ke RM4.589 per Ton

Ekspor Sawit Meningkat, Harga CPO Bursa Malaysia Ditutup Naik ke RM4.589 per Ton
Agricom.id

30 June 2026 , 14:46 WIB

Dok. Agricom/Kenaikan ekspor minyak sawit Malaysia dan optimisme implementasi mandatori biodiesel B50 di Indonesia mulai 1 Juli 2026 mendorong penguatan harga CPO di Bursa Malaysia dan pasar domestik.

AGRICOM, JAKARTA – Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives kembali menguat pada perdagangan Senin (29/6/2026). Penguatan ini menjadi kenaikan hari kedua berturut-turut seiring membaiknya kinerja ekspor minyak sawit Malaysia dan meningkatnya optimisme pasar terhadap implementasi mandatori biodiesel B50 di Indonesia.

Berdasarkan perdagangan di Bursa Malaysia Derivatives Exchange, kontrak CPO acuan untuk pengiriman September 2026 ditutup naik RM21 per ton atau sekitar 0,46% menjadi RM4.589 per ton. Kenaikan tersebut menempatkan harga CPO di level sekitar US$1.128,91 per ton.

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Menguat, Implementasi B50 Indonesia Angkat Sentimen Pasar Sawit

Penguatan harga dipicu oleh meningkatnya ekspor produk minyak sawit Malaysia sepanjang Juni. Data dari lembaga survei kargo menunjukkan ekspor produk minyak sawit Malaysia selama periode 1–25 Juni 2026 meningkat antara 10,6% hingga 11,1% dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya. Pelaku pasar kini menantikan data ekspor penuh Juni yang dijadwalkan dirilis pada Selasa.

Selain faktor ekspor, sentimen positif juga datang dari Indonesia yang akan mulai menerapkan mandatori biodiesel B50 pada 1 Juli 2026. Kebijakan tersebut diperkirakan akan meningkatkan konsumsi domestik minyak sawit sehingga memberikan dukungan tambahan terhadap prospek permintaan CPO.

BACA JUGA: CPO KPBN Melonjak ke Rp15.575/Kg Pada Jumat (26/6), Sentimen B50 Dorong Penguatan Pasar Sawit

Di pasar domestik, harga minyak sawit mentah yang ditetapkan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) juga mengalami kenaikan. Pada Senin (29/6/2026), harga CPO KPBN ditetapkan sebesar Rp15.685 per kilogram.

Harga tersebut naik Rp110 per kilogram atau sekitar 0,71% dibandingkan perdagangan sebelumnya pada Jumat (26/6/2026) yang berada di level Rp15.575 per kilogram.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 26 Juni–2 Juli 2026 Naik Tipis Menjadi Rp3.708,55/Kg

Penguatan harga CPO turut didukung oleh pergerakan positif di pasar minyak nabati global. Di Bursa Dalian, China, kontrak minyak kedelai paling aktif naik 0,65%, sementara kontrak minyak sawit menguat 1,26%.

Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) Amerika Serikat juga mencatat kenaikan sebesar 0,49%. Kenaikan harga minyak nabati pesaing tersebut memberikan dukungan tambahan terhadap pergerakan harga minyak sawit dunia.

BACA JUGA: Awal Pekan Melemah, Harga Karet Global Turun Lagi ke Rp37.281 per Kg

Analis pasar menilai kombinasi meningkatnya ekspor, prospek kenaikan konsumsi biodiesel di Indonesia, serta penguatan pasar minyak nabati global berpotensi menjaga sentimen positif CPO dalam jangka pendek. Namun demikian, pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan permintaan dari negara-negara konsumen utama serta dinamika harga minyak mentah dunia yang turut memengaruhi pasar energi dan biofuel. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP