Harga CPO KPBN Withdraw di Rp15.511/Kg, Bursa Malaysia Lanjut Melemah


AGRICOM, JAKARTA – Perdagangan minyak sawit mentah (CPO) pada Rabu (22/7/2026) kembali menunjukkan pelemahan, baik di pasar domestik maupun internasional. Di Indonesia, tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) berakhir withdraw (WD), sementara kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) melanjutkan tren penurunan untuk hari kedua berturut-turut.

Berdasarkan data yang diperoleh Agricom.id dari KPBN, penawaran tertinggi CPO hanya mencapai Rp15.511/kg, lebih rendah Rp164/kg atau sekitar 1,05% dibandingkan harga pada perdagangan sebelumnya yang mencapai Rp15.675/kg.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Turun ke Rp15.675/Kg, Bursa Malaysia Ikut Melemah

Untuk tender Franco Dumai, harga pembukaan berada di Rp15.700/kg, namun transaksi tidak terjadi setelah penawaran tertinggi hanya mencapai Rp15.511/kg, sehingga dinyatakan withdraw. Sementara itu, tender Franco Teluk Bayur juga tidak mencatat transaksi. Harga pembukaan ditetapkan Rp15.570/kg, sedangkan penawaran tertinggi hanya mencapai Rp15.304/kg, sehingga kembali berstatus withdraw.

Di sisi lain, penawaran palm kernel (PK) Loco PKS Talang Lebar dibuka pada Rp14.340/kg, namun juga berakhir withdraw, dengan penawaran tertinggi tercatat sebesar Rp9.500/kg.

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Melemah Tertekan Pasar Minyak Nabati Global

Sementara itu, sentimen negatif juga masih membayangi pasar global. Pada perdagangan Rabu (23/7/2026), kontrak berjangka CPO acuan Oktober 2026 di Bursa Malaysia Derivatives dibuka turun RM6 per ton atau sekitar 0,13% menjadi RM4.604 per ton, memperpanjang pelemahan selama dua sesi perdagangan berturut-turut.

Tekanan terhadap harga CPO terutama berasal dari melemahnya harga minyak nabati pesaing. Di Dalian Commodity Exchange, kontrak minyak kedelai (soybean oil) turun 1,1%, sedangkan kontrak minyak sawit terkoreksi 0,51%. Di Chicago Board of Trade (CBOT), harga minyak kedelai juga turun 0,47%, sehingga mengurangi daya saing minyak sawit di pasar global.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumatera Selatan Periode II Juli 2026 Naik, Tembus Rp3.846,77/Kg

Meski demikian, prospek harga CPO dalam jangka pendek masih dinilai cukup stabil. Malaysian Palm Oil Council (MPOC) memproyeksikan harga CPO Malaysia selama Agustus 2026 akan bergerak pada kisaran RM4.400–RM4.650 per ton, didukung oleh keseimbangan pasokan dan permintaan global.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 22–28 Juli 2026 Naik, Tanaman Umur 9 Tahun Tembus Rp3.846/Kg

Pelaku pasar kini akan terus memantau perkembangan produksi di negara-negara produsen utama, kinerja ekspor, serta pergerakan harga minyak nabati lainnya yang diperkirakan tetap menjadi faktor dominan dalam menentukan arah harga CPO dalam beberapa pekan ke depan. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP