AGRICOM, JAKARTA – Harga karet di bursa SGX–Sicom pada perdagangan Senin (27/7/2026) dibuka melemah tipis. Harga karet dengan Kadar Karet Kering (KKK) 100% tercatat sebesar 217,0 US Cent/kg, atau setara Rp38.806/kg dengan asumsi kurs Rp17.883 per dolar AS.
Harga ini turun Rp284/kg, dibandingkan perdagangan Jumat (24/7/2026) yang berada di level Rp39.090/kg. Meski demikian, pelemahan tersebut dinilai masih merupakan bagian dari konsolidasi pasar dan belum mengubah tren pergerakan harga secara keseluruhan.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia (APKARINDO) Sumatera Selatan, Rudi Arpian, mengatakan koreksi yang terjadi pada awal perdagangan pekan terakhir Juli lebih mencerminkan penyesuaian harga setelah penguatan selama dua hari berturut-turut pada akhir pekan lalu.
BACA JUGA: Harga Karet SGX-Sicom Jumat (24/7) Naik Rp173/Kg, Kembali Bertahan di Atas Rp39.000/Kg
"Harga KKK 100% turun Rp284 per kilogram menjadi Rp38.806 per kilogram dibandingkan penutupan pekan sebelumnya. Namun penurunan ini belum mengubah arah pergerakan pasar secara keseluruhan," ujar Rudi dalam keterangan yang diperoleh Agricom.id, Senin (27/7).
Menurut Rudi, pasar masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik dengan harga tetap bergerak di rentang Rp38.000–Rp39.000 per kilogram. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa fase konsolidasi masih berlangsung dengan kecenderungan yang relatif stabil.
BACA JUGA: Harga Karet SGX-Sicom Kamis (23/7) Rebound ke Rp38.917/Kg, Kembali Dekati Rp39 Ribu
Ia menjelaskan, pola pergerakan saat ini memperlihatkan penguatan di penghujung pekan yang kemudian diikuti koreksi ringan pada awal pekan. Pergerakan perdagangan dalam beberapa hari ke depan akan menjadi indikator penting untuk menentukan apakah harga mampu kembali melanjutkan penguatan menuju level psikologis Rp40.000/kg atau masih bertahan dalam fase konsolidasi.
“Secara keseluruhan, koreksi pada awal pekan ini masih tergolong terbatas. Meskipun harga turun ke bawah Rp39.000/kg, pasar karet dinilai masih memiliki fondasi yang cukup kuat dan berpotensi kembali menguat apabila didukung sentimen positif dari pasar global serta meningkatnya permintaan industry,” pungkasnya.
BACA JUGA: Harga Kelapa di Sumatera Selatan Anjlok Lebih dari 50%, Petani Menjerit
Berikut rincian harga karet di SGX Sicom berdasarkan kadar karet kering (KKK) atau Dry Rubber Content (DRC), harga ini belum dipotong biaya produksi:
- KK 100%: Rp38.806/kg
- KKK 70%: Rp27.164/kg
- KKK 60%: Rp23.284/kg
BACA JUGA: BPDP Pacu UMKM Sawit, Kakao, dan Kelapa Naik Kelas Lewat Hilirisasi
- KKK 50%: Rp19.403/kg
- KKK 40%: Rp15.522/kg
- KKK 30%: Rp11.642/kg
BACA JUGA: Mendag Busan: Kolaborasi dan Hilirisasi Kunci Indonesia Jadi Pemain Utama Kakao Premium Dunia
Sebagai informasi, SGX-SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alam. Bursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global.
Harga karet di Sicom SGX ini bisa menjadi acuan petani karet, selain harga patokan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat yang bisa jadi berbeda di setiap daerah. (A3)