Harga CPO KPBN Inacom Terkoreksi ke Rp15.750/Kg, Bursa Malaysia Menguat Ditopang Optimisme Ekspor


AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di pasar domestik kembali melemah pada perdagangan Kamis (30/7/2026). Berdasarkan hasil tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom, harga CPO Franco Dumai ditetapkan sebesar Rp15.750 per kilogram, turun Rp50/kg atau sekitar 0,32% dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya yang berada di level Rp15.800/kg.

Sementara itu, beberapa lokasi tender lainnya belum berhasil mencatat transaksi. Tender FOB Talang Duku dibuka pada level Rp15.550/kg, namun berakhir withdraw (WD) dengan penawaran tertinggi hanya mencapai Rp15.356/kg. Kondisi serupa terjadi pada Franco Teluk Bayur, yang dibuka di harga Rp15.620/kg dan ditarik kembali setelah penawaran tertinggi berada di level Rp15.395/kg.

Untuk komoditas turunannya, tender CPKO FOB Lampung dibuka Rp33.244/kg dan berakhir withdraw dengan penawaran tertinggi Rp31.600/kg. Sementara CPKO FOB Palembang dibuka Rp33.074/kg dan juga berstatus withdraw setelah penawaran tertinggi tercatat Rp31.525/kg.

BACA JUGA: Harga CPO Naik Tipis Menjadi di Rp15.800/Kg, Mayoritas Tender KPBN Berakhir Withdraw

Di sisi kernel, tender Palm Kernel (PK) di Loco PKS Tanjung Lebar dibuka Rp14.280/kg dan ditarik kembali dengan penawaran tertinggi Rp13.100/kg. Adapun Loco PKS Ophir dibuka Rp14.409/kg dan berakhir withdraw setelah penawaran tertinggi mencapai Rp13.855/kg.

Berbeda dengan pasar domestik, perdagangan CPO di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) justru ditutup mayoritas menguat. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap prospek ekspor minyak sawit Malaysia yang diperkirakan tumbuh sepanjang Juli.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Selasa (28/7) Naik ke Rp15.788 per Kg

Laporan pasar menunjukkan peningkatan kinerja ekspor menjadi sentimen positif yang menopang harga, sekaligus memperkuat keyakinan bahwa permintaan global terhadap minyak sawit masih tetap solid di tengah persaingan dengan minyak nabati lainnya.

Pada penutupan perdagangan, kontrak CPO Agustus 2026 turun tipis RM3 menjadi RM4.554 per ton. Sebaliknya, kontrak September 2026 naik RM15 menjadi RM4.643 per ton.

BACA JUGA: Bursa Malaysia Tertekan Dua Hari Beruntun, Harga CPO Turun ke RM4.646 per Ton

Penguatan berlanjut pada kontrak Oktober 2026 yang naik RM19 menjadi RM4.683 per ton, disusul kontrak November 2026 yang juga meningkat RM19 ke RM4.714 per ton. Kontrak Desember 2026 ditutup naik RM19 menjadi RM4.743 per ton, sedangkan kontrak Januari 2027 bertambah RM17 menjadi RM4.770 per ton. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP