Harga CPO KPBN Naik Menjadi Rp15.685 per Kg, Bursa Malaysia Lanjutkan Penguatan

Harga CPO KPBN Naik Menjadi Rp15.685 per Kg, Bursa Malaysia Lanjutkan Penguatan
Agricom.id

30 June 2026 , 15:00 WIB

Dok. Agricom/Harga CPO KPBN naik Rp110 per kilogram pada perdagangan 29 Juni 2026, seiring penguatan harga minyak sawit di Bursa Malaysia yang didukung peningkatan ekspor dan optimisme implementasi mandatori biodiesel B50 di Indonesia.

AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang ditetapkan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) kembali menguat pada perdagangan Senin (29/6/2026). Kenaikan harga domestik tersebut terjadi seiring berlanjutnya penguatan kontrak CPO di Bursa Malaysia yang didorong membaiknya kinerja ekspor dan sentimen positif dari implementasi mandatori biodiesel B50 di Indonesia.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Agricom.id dari KPBN, harga CPO ditetapkan sebesar Rp15.685 per kilogram. Harga tersebut naik Rp110 per kilogram atau sekitar 0,71% dibandingkan perdagangan sebelumnya pada Jumat (26/6/2026) yang berada di level Rp15.575 per kilogram.

BACA JUGA: CPO KPBN Melonjak ke Rp15.575/Kg Pada Jumat (26/6), Sentimen B50 Dorong Penguatan Pasar Sawit

Untuk penjualan Franco Dumai, harga CPO ditetapkan sebesar Rp15.685 per kilogram. Sementara itu, harga CPO FOB Talang Duku tercatat Rp15.485 per kilogram.

Adapun harga CPO Franco Teluk Bayur dibuka pada level Rp15.555 per kilogram. Namun, transaksi berakhir withdraw (WD) setelah penawaran tertinggi hanya mencapai Rp14.300 per kilogram.

BACA JUGA: Awal Pekan Melemah, Harga Karet Global Turun Lagi ke Rp37.281 per Kg

Di pasar lokal, penawaran Loco PKS Parindu juga mengalami withdraw pada harga indikatif Rp15.335 per kilogram dengan penawaran tertinggi sebesar Rp14.951 per kilogram. Sementara itu, Loco PKS Kembayan ditawarkan pada level Rp15.235 per kilogram, namun berakhir withdraw setelah penawaran tertinggi hanya mencapai Rp14.851 per kilogram.

Sejalan dengan pasar domestik, kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives juga ditutup menguat pada perdagangan Senin (29/6/2026). Penguatan tersebut menjadi kenaikan hari kedua berturut-turut.

BACA JUGA: Ekspor Sawit Meningkat, Harga CPO Bursa Malaysia Ditutup Naik ke RM4.589 per Ton

Kontrak CPO acuan untuk pengiriman September 2026 ditutup naik RM21 per ton atau sekitar 0,46% menjadi RM4.589 per ton. Harga tersebut setara dengan sekitar US$1.128,91 per ton.

Penguatan harga di Bursa Malaysia didukung oleh meningkatnya ekspor minyak sawit Malaysia selama Juni. Data lembaga survei kargo menunjukkan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada periode 1–25 Juni meningkat antara 10,6% hingga 11,1% dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 26 Juni–2 Juli 2026 Naik Tipis Menjadi Rp3.708,55/Kg

Pelaku pasar juga mencermati implementasi mandatori biodiesel B50 di Indonesia yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026. Kebijakan tersebut diperkirakan akan meningkatkan konsumsi domestik minyak sawit dan memberikan dukungan tambahan terhadap permintaan global CPO.

Sentimen positif juga datang dari pasar minyak nabati dunia. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian Commodity Exchange naik 0,65%, sedangkan kontrak minyak sawit di bursa yang sama menguat 1,26%.

BACA JUGA: Harga TBS Sumut Periode 24–30 Juni Turun, CPO Ditetapkan Rp15.230/Kg

Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) Amerika Serikat juga naik 0,49%. Penguatan berbagai minyak nabati tersebut memberikan dukungan tambahan terhadap pergerakan harga minyak sawit global.

Analis pasar menilai kombinasi kenaikan ekspor, implementasi program biodiesel B50, serta penguatan minyak nabati pesaing berpotensi menjaga sentimen positif pasar CPO dalam jangka pendek. Namun, pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan permintaan global dan data ekspor akhir Juni yang akan dirilis dalam beberapa hari mendatang. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP