AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di pasar domestik dan internasional kompak menguat pada perdagangan Kamis (23/7/2026). Penguatan dipicu oleh kenaikan harga minyak nabati di pasar global serta menguatnya harga minyak mentah dunia yang mendorong sentimen positif terhadap komoditas minyak sawit.
Berdasarkan laporan Reuters, harga kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives juga dibuka menguat. Kontrak acuan untuk pengiriman Oktober 2026 naik RM89 per ton atau sekitar 1,93% menjadi RM4.711 per ton pada awal perdagangan.
Kenaikan ini menjadi sinyal pemulihan pasar setelah harga minyak sawit sempat mengalami tekanan dalam beberapa sesi sebelumnya. Pelaku pasar merespons positif penguatan harga minyak nabati global yang meningkatkan daya tarik CPO sebagai alternatif minyak nabati.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Melemah Tertekan Pasar Minyak Nabati Global
Sementara itu, dari data yang diperoleh Agricom.id, harga CPO yang ditetapkan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) naik menjadi Rp15.800/kg pada Kamis (23/7/2026). Angka tersebut meningkat Rp289/kg atau sekitar 1,86% dibandingkan harga penawaran tertinggi pada perdagangan Rabu (22/7/2026) yang berada di level Rp15.511/kg.
Di Dalian Commodity Exchange, kontrak minyak kedelai (soyoil) yang paling aktif naik sekitar 0,66%, sedangkan kontrak minyak sawit melonjak 2,53%. Di Amerika Serikat, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) juga menguat 0,89%, memberikan tambahan dukungan bagi pergerakan harga minyak sawit.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Withdraw di Rp15.511/Kg, Bursa Malaysia Lanjut Melemah
Selain itu, kenaikan harga minyak mentah dunia turut meningkatkan prospek permintaan minyak nabati sebagai bahan baku biodiesel. Faktor ini menjadi salah satu katalis utama yang menopang penguatan harga CPO di pasar internasional.
Pelaku pasar kini juga mencermati perkembangan produksi dan ekspor dari negara produsen utama, termasuk Indonesia dan Malaysia, serta pergerakan harga minyak nabati pesaing yang diperkirakan masih akan menjadi penentu arah perdagangan CPO dalam jangka pendek.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Juli 2026 Turun 2,78 Persen, BK Ditetapkan USD 148 per Ton
Dengan penguatan yang terjadi baik di pasar domestik maupun global, sentimen terhadap harga CPO memasuki perdagangan akhir pekan cenderung lebih positif, meski volatilitas masih berpotensi tinggi seiring dinamika pasar energi dan komoditas dunia. (A3)