Dok. Agricom/Harga CPO KPBN naik menjadi Rp15.800/kg pada Kamis (23/7/2026), didukung rebound harga kontrak CPO di Bursa Malaysia serta penguatan minyak nabati dan minyak mentah di pasar global.
AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di pasar domestik kembali menguat pada perdagangan Kamis (23/7/2026). PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) menetapkan harga CPO Franco Dumai sebesar Rp15.800/kg, naik Rp289/kg atau sekitar 1,86% dibandingkan penawaran tertinggi pada Rabu (22/7/2026) yang berada di level Rp15.511/kg.
Berdasarkan hasil tender yang diperoleh Agricom.id dari KPBN, CPO Franco Teluk Bayur dibuka di level Rp15.670/kg, namun berakhir withdraw (WD) dengan penawaran tertinggi mencapai Rp15.496/kg. Sementara itu, CPO FOB Palembang ditetapkan sebesar Rp15.650/kg.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Withdraw di Rp15.511/Kg, Bursa Malaysia Lanjut Melemah
Untuk transaksi Loco PKS Parindu, harga pembukaan berada di Rp15.450/kg, namun juga mengalami withdraw, dengan penawaran tertinggi tercatat Rp15.150/kg.
Pada produk turunan, CPKO FOB Palembang dibuka di Rp33.464/kg dan CPKO FOB Lampung di Rp33.634/kg. Keduanya berstatus withdraw, dengan penawaran tertinggi masing-masing sebesar Rp32.560/kg dan Rp31.600/kg.
Sementara itu, komoditas Palm Kernel (PK) di Loco PKS Tanjung Lebar juga mengalami withdraw. Harga pembukaan berada di Rp14.351/kg, sedangkan penawaran tertinggi hanya mencapai Rp9.500/kg.
BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Rebound Didukung Penguatan Minyak Nabati Global
Di pasar internasional, harga kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives dibuka menguat setelah didukung kenaikan harga minyak nabati global serta menguatnya harga minyak mentah dunia.
Mengutip Reuters, kontrak acuan CPO untuk pengiriman Oktober 2026 naik RM89 per ton atau sekitar 1,93% menjadi RM4.711 per ton pada awal perdagangan. Penguatan tersebut mengakhiri tren pelemahan yang terjadi dalam beberapa sesi sebelumnya.
Sentimen positif juga datang dari pergerakan minyak nabati di pasar global. Di Dalian Commodity Exchange, kontrak minyak kedelai (soyoil) naik sekitar 0,66%, sementara kontrak minyak sawit menguat 2,53%. Adapun di Chicago Board of Trade (CBOT), harga minyak kedelai turut naik 0,89%, memberikan tambahan dukungan terhadap pergerakan harga CPO.
Kombinasi penguatan minyak nabati dunia dan kenaikan harga energi diperkirakan akan terus menjadi faktor utama yang memengaruhi arah perdagangan minyak sawit dalam jangka pendek, seiring pelaku pasar mencermati perkembangan pasokan global dan prospek permintaan biodiesel. (A3)