BRIN Kembangkan Teknologi Gula Semut dari Sorgum, Dorong Alternatif Gula Lokal

BRIN Kembangkan Teknologi Gula Semut dari Sorgum, Dorong Alternatif Gula Lokal
Agricom.id

13 April 2026 , 13:47 WIB

Inovasi pengolahan nira sorgum menjadi gula semut membuka peluang baru bagi petani dan UMKM, sekaligus memperkuat diversifikasi pangan nasional. Foto: BRIN

 

AGRICOM, JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mendorong inovasi pangan dengan mengembangkan teknologi pengolahan gula semut berbasis nira sorgum manis sebagai alternatif sumber gula nasional.

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Manufaktur Peralatan BRIN, Sandi Darniadi, menjelaskan bahwa sorgum dipilih karena memiliki potensi besar sebagai bahan baku pangan sekaligus energi, meskipun selama ini pemanfaatannya masih terbatas.

BACA JUGA: Mentan Amran Dukung Pakan Probiotik IPB, Siap Diadopsi Jika Terbukti Efektif

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Manufaktur Peralatan BRIN Sandi Darniadi menjelaskan, sorgum dipilih sebagai sumber alternatif karena berpotensi besar sebagai bahan baku pangan dan energi, meski selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

"Sorgum itu satu keluarga dengan tebu, tetapi lebih fleksibel pemanfaatannya. Selain untuk gula, bisa juga untuk bioetanol hingga pakan. Semua bagian tanaman bisa dimanfaatkan," katanya dikutip Agricom.id dalam keterangan di Jakarta, Senin (13/4).

BACA JUGA: Presiden Prabowo Siapkan Produksi Avtur Berbasis Sawit dan Limbah, Investasi Kilang Disiapkan

Meskipun kandungan gula sorgum lebih rendah dibandingkan tebu yakni sekitar 11–15 persen, kata Sandi, tanaman ini tetap menjanjikan sebagai sumber gula alternatif, terutama untuk skala petani dan usaha kecil.

Pengolahan gula semut dari sorgum dilakukan melalui serangkaian mesin yang dirancang terintegrasi, yang dimulai dari pemerasan batang hingga menjadi produk akhir berupa gula semut.

BACA JUGA: Benih Jadi Kunci, Pemerintah dan DPR Percepat Swasembada Bawang Putih

Sandi memaparkan tahap pertama menggunakan mesin roller press untuk mengekstraksi nira dari batang sorgum. Dari sekitar 100 kilogram batang, rata-rata dihasilkan hingga 20 liter nira, tergantung kondisi tanaman dan lingkungan.

Selanjutnya nira diolah melalui dua pendekatan berbeda, yaitu menggunakan mesin vacuum evaporator dan open pan cooker. Vacuum evaporator bekerja dalam sistem tertutup dengan suhu lebih rendah, sekitar 60–70 derajat Celsius, sehingga menghasilkan gula cair sorgum atau sirup.

BACA JUGA: Kementan Jaga Harga Kedelai Stabil, Pelaku Usaha Sepakati HAP Rp11.500/Kg

Sementara itu open pan cooker digunakan untuk menghasilkan gula semut. Proses ini berlangsung pada suhu lebih tinggi, sekitar 90-100 derajat Celsius, dengan waktu pemasakan lebih lama agar kadar air berkurang mencapai 5–6 persen dan terbentuk kristal gula.

"Untuk menghasilkan gula semut dari 15 liter nira, dibutuhkan waktu sekitar 3–5 jam, tergantung kandungan gula awalnya," ujar Sandi.

Setelah proses pemasakan, lanjut dia, gula yang masih menggumpal dikeringkan kembali menggunakan oven dehydrator untuk menurunkan kadar air. Tahap akhir dilakukan dengan mesin penghancur (crusher) untuk menghasilkan butiran gula semut yang siap dikemas.

BACA JUGA: Stok Beras Hampir 5 Juta Ton, Mentan Amran: Kampus Harus Jadi Motor Inovasi Pertanian

Sandi menyebut salah satu keunggulan utama teknologi ini adalah efisiensi energi. Jika produksi gula tradisional umumnya menggunakan kayu bakar, teknologi BRIN memanfaatkan gas sebagai sumber panas yang dinilai lebih hemat dan mudah dikontrol.

Selain itu seluruh peralatan dirancang menggunakan material stainless steel tipe food grade, sehingga lebih higienis dan memenuhi standar keamanan pangan. Hal ini menjadi nilai tambah dibandingkan alat tradisional yang umumnya masih menggunakan bahan non-food grade.

Desain alat juga dibuat modular dan mudah dipindahkan, sehingga cocok untuk skala Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan kapasitas maksimal sekitar 30 liter nira per proses, teknologi ini dinilai ideal untuk kelompok tani atau pelaku usaha kecil di daerah. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP